Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

ITJEN KEMENTRIAN PERTANIAN DAN BKPP PROVINSI KALTIM KUNJUNGI UPTLTD - BP3K KEC TANAH GROGOT


 Photo kegiatan kunjungan ITJEN KEMENTRIAN PERTANIAN serta BKPP PROVINSI KALTIM dalam rangka Evaluasi kegiatan 2014 di BP3K Kecamatan Tanah Grogot

Tana Paser, 21/12 Ada nampak berbeda dari hari-hari sebelumnya karenaUPTLTD - BP3K KEC TANAH GROGOT kedatangan tamu dari Itjen Kementrian Pertanian berjumlah dua orang antara lain YC. Samunarjati dan Linda Dewi, PS serta di dampingi dari BKPP Provinsi Kalimantan Timur yaitu Adriani Noor 19/12 jum'at lalu. 

Adapun kegiatan kali ini dalam rangka mengevaluasi kegiatan selama 2014 sejauh mana kegiatan yang sudah dilaksanakan sebagai tolak ukur dalam bidang pertanian yang berlangsung di ruangan rapat UPTLTD - BP3K KEC TANAH GROGOT, yang juga di hadiri utusan kelompok petani Desa Sungai Tuak, Pepara dan lainnya serta para Penyuluh dan Kepala UPTLTD - BP3K KEC TANAH GROGOT (Sudarsono, SP, MP), Kassubag TU (Wahab Syahrani, SE, Koordinator ( Muslich, SP), Supervisor, (M. Idrus, SP), Programer (Burhan, SP).

Pada pertemuan kali ini tanya jawab serta kuisioner yang di berikan dan diisi oleh para petani dan penyuluh dan dilanjutkan melihat kebun kantor dan ruang kerja serta staf yang ada di UPTLTD - BP3K KEC TANAH GROGOT, lalu diakhir ujung pertemuan photo bareng di halaman kantor.(WS)


Rabu, 08 Oktober 2014

Kegiatan Demfarm di Desa Padang Pengrapat Kec Tanah Grogot


Photo Kegiatan PPLDesa Padang Pengrapat,  (Abdullah, SP / Rudi Hartono, SP)



Tanah Paser, 07/10 Pada kegiatan kali ini, bertempat di Desa Padang Pengrapat dimana pertemuan dihadiri kepala UPTLTD BP3K Kecamatan Tanah Grogot Sudarsono, SP, MP dan Koordinator (H. Muslich, SP), Supervisor (M. Idrus, SP), dan BKPP diwakili oleh Bidang III Penyuluhan (Wayan) kali ini penyampaian yang begitu diberikan sebuah penjelasan mengenai kegiatan Demfarm saat itu, dan pada kesempatan saat ini Kelompok Rinjani Agung dengan ketua Gemuh sekretaris Yulianti, dan Bendahara Mahyun melaksanakan panen padi di Desa Padang Pengrapat.

" pengelolaan lahan yang baik serta bagaimana pemamfaatan hasil panen sehingga

Senin, 08 September 2014

TEHNOLOGI TEPAT GUNA

Tanaman Pangan
Peternakan
Perikanan
Hortikultura
Perkebunan
Tanah dan Agroklimat
Sosial Ekonomi
Teknologi Pasca Panen
Alat dan Mesin Pertanian
Pertanian Umum

Sayuran organik
Sumber Teknologi: BPTP Bali




Pemanfaatan Limbah Pertanian Sebagai Pupuk Organik
Sumber Teknologi: BPTP DKI Jakarta




Aneka Pengolahan Produk Pertanian
Sumber Teknologi: BPTP DKI Jakarta




Pertanian organik
Sumber Teknologi: BPTP Riau




Penggunaan pupuk hayati emas
Sumber Teknologi: BPTP DKI Jakarta




Penggunaan bokashi dan fine compost pada beberapa komoditas tanaman
Sumber Teknologi: BPTP DKI Jakarta




Teknologi unggulan bidang pertanian
Sumber Teknologi: BPTP DKI Jakarta




Berbagai masukan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lahan marginal
Sumber Teknologi: BPTP Bali




Pola perencanaan usahatani terpadu
Sumber Teknologi: BPTP Kalimantan Timur




Vermicompos (kompos cacing tanah): Pupuk organik berkualitas dan ramah lingkungan
Sumber Teknologi: BPTP Nusa Tenggara Barat




Pupuk kompos super
Sumber Teknologi: BPTP Nusa Tenggara Barat




Pembuatan jerami fermentasi
Sumber Teknologi: BPTP Nusa Tenggara Barat




Meningkatkan partisipasi petani dalam pengkajian teknologi
Sumber Teknologi: BPTP Papua




Usahatani pekarangan bernuansa Irian Jaya
Sumber Teknologi: BPTP Papua




Membuat kompos
Sumber Teknologi: BPTP Papua




Produksi biogas dari limbah ternak
Sumber Teknologi: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia




Paket teknologi Proses produksi kompos limbah kebun kopi dan kakao
Sumber Teknologi: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia




Palm bionik kompos dari tandan kosong sawit
Sumber Teknologi: Pusat Penelitian Kelapa Sawit




Kalender Tanam Tanaman Pangan Pulau Jawa
Sumber Teknologi: BB Sumberdaya Lahan Pertanian




Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Sumber Teknologi: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Proyek PFI3P
 Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian
Jl. Ir. H. Juanda No. 20 Bogor 16122 Telp. +62-251-8321746 (Hunting System) Faks. +62-251-8326561
Webmaster: pustaka@litbang.deptan.go.id

Mentan: Tantangan Pertanian Makin Berat

Mojokerto (ANTARA News) - Menteri Pertanian Suswono mengingatkan bahwa tantangan pengembangan pertanian makin berat, tidak hanya tuntutan peningkatan produktivitas dan efisiensi, tapi juga kesiapan menghadapi persaingan bebas di kawasan Asia Tenggara.


"Pada 31 Desember 2015 kita masuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang berarti kita menghadapi tantangan daya saing," kata Menteri Suswono di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu.


Ia mengatakan dalam cetak biru MEA, pengembangan pangan dan pertanian didorong untuk memperkuat perdagangan intra dan ekstra ASEAN, serta daya saing produk.


Sayangnya, menurut dia, daya saing Indonesia, khususnya di bidang pertanian masih di urutan ke-6, karena sejumlah tantangan belum diatasi, antara lain terkait produktivitas, peningkatan jumlah lahan pertanian, efisiensi dengan menekan tingkat potensi kehilangan hasil (losses) pascapanen.


Ia mencontohkan Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan penambahan lahan pertanian seluas dua juta hektare, namun sulit terealisasi, terkait regulasi.


Bahkan, kata dia, pemanfaatan lahan terlantar hanya bisa terealisasi 13 ribu hektare, dari sekitar dua juta hektare. "Jadi, harus ada pembenahan regulasi," katanya.


Oleh karena itu, ia mendukung rencana presiden terpilih 2014, Joko Widodo untuk melakukan ekstensifikasi lahan.


Selain soal lahan, lanjut Suswono, Indonesia juga perlu lebih meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang saat ini rata-rata 5,1-5,2 juta ton gabah per hektare.


Peningkatan produktivitas tersebut, kata dia harus pula didukung oleh pengembangan teknologi pasca panen, agar tingkat kehilangan hasil yang mencapai 30 persen bisa ditekan.


"Modernisasi (pascapanen) inilah, yang bisa memberikan nilai tambah dan menekan losses (susut)," ujar Suswono.


Oleh karena itu, ia menilai keberadaan PT Lumbung Padi Indonesia (LPI) sebagai penggilingan padi dan pengolahan beras terpadu perlu didukung, dan penyebarannya perlu diperluas untuk meningkatkan daya saing pangan nasional.


Sementara itu, Komisaris Utama LPI Rachmat Gobel mengatakan sebagai swasta yang menjadi bagian dari pemangku kepentingan untuk membantu peningkatan kesejahteraan petani, LPI ingin menjadi mitra strategis petani.


"Kami bermitra dengan kelompok-kelompok tani untuk membeli hasil panen mereka," katanya. Ia menjamin LPI akan membeli gabah sesuai bahkan di atas harga pasar.


LPI menggunakan teknologi penggilingan padi dari Jepang. Rachmat Gobel bersama rekannya Fara Luwia menggandeng Satake membangun penggilingan gabah dan pengolahan beras terpadu dengan tingkat kehilangan hasil kurang dari lima persen dan tidak ada limbah (zero waste).


Bahkan, rencananya, kata Fara yang menjadi Dirut LPI, perusahaan tersebut juga akan mengembangkan produk turunan beras, seperti pakan, tepung, minyak, dan bihun.
Editor: Fitri Supratiwi

Sumber : http://www.antaranews.com/