Tampilkan postingan dengan label Padi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Padi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2015

Bimtek penanggulan hama padi

Tana Paser, 3/8 Kegiatan pagi yang dilaksanakan BP3K Kec. Tanah Grogot melaksanakan Bimtek penanggulan hama padi oleh pemateri Suhartono, SP dari petugas UPT dinas pertanian kab. Paser. Diikuti para penyuluh di BP3K Kecamatan Tanah Grogot. (WS)

Minggu, 14 Juni 2015

Distanbun Beri Materi Mengenai Pengapuran Tanah pada Sawah Pasang Surut.

Tana Paser, 30/4 Kegiatan pertemuan teknis UPTLTD BP3K kec tanah grogot terkait pengapuran tanah pada sawah pasang surut... yang di uraikan oleh bàpak Heru Yulianto Kasi pupuk dan pestisida dari Distanbun dan kepala BP3K, supervisor, programer serta diikuti para peserta penyuluh se kecamatan tanah grogot. {WS}

Senin, 06 Oktober 2014

BUDIDAYA PADI DI LAHAN PASANG SURUT dan RAWA

Budidaya Padi Lahan Pasang Surut dan Rawa

Budidaya padi di lahan pasang surut memerlukan teknologi dan sarana produksi yang spesifik karena kondisi lahan dan lingkungan tumbuhnya tidak sama dengan sawah irigasi. Lahan pasang surut berbeda dengan lahan irigasi atau lahan kering yang sudah dikenal masyarakat. Perbedaanya menyangkut kesuburan tanah, ketersediaan air dan teknik pengelolaannya.

Pengelolaan tanah dan air ini merupakan kunci keberhasilan usaha tani di lahan pasang surut.

CARA MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN PADI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO

Salam Pertanian!! Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi telah dilakukan oleh petani-petani kita, baik dengan penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat, pengairan yang cukup, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya. Kali ini kita akan sedikit membahas tentang cara meningkatkan produksi tanaman padi dengan sistem tanam legowo.

Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata “Lego” yang berarti luas dan “dowo” yang berarti panjang. Menurut beberapa informasi yang saya peroleh cara tanam ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Legowo kepala dinas pertanian kabupaten Banjar Negara.
Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanpulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.
Ada beberapa tipe sistem tanam jajar legowo:

Senin, 08 September 2014

Penggunaan feromon untuk pengendalian hama penggerek batang padi

Alat perangkap berferomon merupakan salah satu alat untuk pengendalian hama penggerek pada batang padi, selain tanaman padi alat ini juga dapat digunakan untuk tanaman bawang merah, tomat, kentang dan tanaman sayuran lainnya. 
Pemasangan alat ini sudah dilakukan dua kali di provinsi Jambi, yang pertama di desa Hyang Kabupaten Kerinci, kedua di desa Sarkam Kabupaten Sarolangun yang keduanya merupakan sentra produsi padi di Jambi. 
Hama penggerek merupakan Salah satu penyebab rendahnya produksi padi, terlambatnya pengendalian hama penggerek karena hama tanaman terserang baru diketahui petani setelah adanya kerusakan, seperti  gerekan larva (ulat) atau adanya kotoran ulat pada batang padi.
Pengendalian yang dilakukan selama ini hanya dengan menggunakan insektisida.  Teknologi lain yang efektif, efisien dan ramah lingkungan untuk memantau atau mengendalikan hama penggerek batang padi adalah dengan pemasangan alat perangkap berferomon.
Feromon merupakan senyawa yang di dilepas oleh salah satu serangga betina yang dapat mempengaruhi  serangga lain yang sejenis dalam  sisitem kawin serangga tersebut.
Penggunaan feromon untuk pengendalian hama penggerek batang padi dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap toples plastik yang dirancang khusus.  Pada bagian dinding toples diberi lobang memanjang selebar lebih kurang 2 cm sebagai jalan masuk serangga penggerek batang padi.
Karet berferomon digantung menggunakan kawat dan peniti pada tutup toples tepat diatas lobang masuk serangga, sedangkan pada bagian bawah toples diisi dengan air sabun. Perangkap berferomon ditempatkan pada areal persawahan secara acak, untuk pemantauan diperlukan 5-6 unit per hektar dan untuk penanggulangan dibutuhkan 12-15 unit per hektar dipasang pada jarak yang proposional. 
Pemasangan alat perangkap dilakukan pada saat mulai tanam atau paling tidak 10 hari setelah tanam, ditempatkan pada ketinggian 50-75 cm diatas permukaan tanah  atau sedikit diatas  tajuk tanaman.
Peneliti BPTP Jambi & Peneliti Balai Besar Biogen